Memeluk Diri
Waktu berjalan seolah-olah enggan berhenti untuk menemani hati yang berantakan oleh serba serbi dunia yang terkadang membuat raga ikut lelah di dalamnya. Didalam hanyutnya raga dalam lelah, kaki harus terus berjalan entah terseok-seok, entah harus sembari merangkak, tidak ada jeda untuk berhenti. Mungkin, sebagian dari kita sudah babak belur berjalan di atas rentetan waktu, sebenarnya adakah makna dari perjalanan yang kita lalui? bagaimana dengan upaya-upaya yang kita lakukan? bagaimana?! Terkadang raga tenggelam diantara kebingunan apakah benar itu yang dibutuhkan? Atau hanya mengikuti alur yang terpampang di lini masa media sosial? Dear, waktu tidak akan pernah berhenti sampai Tuhan mengatakan "berhentilah!". Lalu bagaimana? Berlatihlah memunculkan kejujuran itu dari dalam hati. It's Ok not to be Ok . Bukan sebuah hal yang salah jika mengatakan bahwa kita lelah atau bahkan kecewa dan sedih. Raga lain tak bisa mengerti raga yang kita miliki seutuhnya, maka kita yang ...